Translate

Tampilkan postingan dengan label snorkeling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label snorkeling. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2011

Ten Things You Didn’t Know Came From the Ocean



Written by Kerry Crisley

Saya menemukan laut setiap hari.

Sungguh, setiap hari.

Hanya pagi ini, pada kenyataannya, saya membuat susu coklat dan sandwich selai kacang untuk bekal anak saya dan menyebarkan sedikit tabir surya di pipinya. Kemudian kita menggosok gigi kita, saya mengenakan make-up dan kami berangkat ke sekolah dan bekerja.

Anda mungkin berpikir: Jadi, mana laut?

Ada dalam selai kacang, susu coklat, pasta gigi, make-up dan tabir surya.

Empat item pertama semua termasuk karagenan, suatu bentuk ganggang merah yang membantu memberikan konsistensi pada mereka.

Dan SPF 50 tabir surya dikembangkan dari organisme terumbu karang.

Ini Hari Samudera Dunia, dan jika Anda pikir Anda hanya berhubungan dengan laut ketika Anda pergi ke pantai atau makan ikan, pikirkan lagi!

Apakah Anda tinggal di Miami, Florida atau Miami, Ohio, kemungkinan Anda menggunakan produk yang terbuat dari lautan kita setiap hari. Berikut adalah lima lebih dari mereka:


  1. Es krim mengandung karagena
  2. Yoghurt mengandung agar-agar, bahan dari laut yang digunakan sebagai bahan pengental.
  3. Salad dressing berisi algin, suatu bentuk ganggang coklat
  4. Sampo dan campuran kue mengandung rumput laut
  5. Obat alergi anti-inflamasi berasal dari karang laut cambuk
Dan ini hanya beberapa hal yang membuat hidup lebih menyenangkan; laut kita juga memenuhi kebutuhan esensial dengan menyediakan makanan, pekerjaan, udara bersih, dan bahan baku obat yang mengobati kanker.

Tapi ada masalah; lautan dan pesisir yang tidak sehat.

Jika kita ingin tetap menikmati semua yang lautan berikan pada kita, kita juga harus memberikan yang terbaik untuk kelestarian laut kita.

Pada Hari Samudera Dunia, berikut adalah lima hal yang dapat Anda lakukan atas nama laut.

  1. Makan ikan yang tepat, menangkap dengan cara yang benar. Jika Anda tinggal di dekat laut, perhatikan komunitas di daerah Anda yang didukung perikanan. Seperti berbagi dalam peternakan, pilih seafood segar dari hasil tangkapan lokal. Jika Anda lebih jauh ke pedalaman, tetap up to date pada pilihan yang terbaik dalam memilih ikan ketika Anda sedang berbelanja atau makan di luar.
  2. Bicaralah. Tulis atau hubungi anggota kongres dan senator dan beritahu mereka untuk mendukung  National Endowment for the Oceans,, yang bertujuan untuk melindungi lautan dan perekonomian yang berbasis kelautan.
  3. Mengadopsi terumbu karang. Sumber daya laut 3-400 kali lebih besar daripada sumber daya tanah untuk mendapatkan terobosan baru pengobatan kanker, diabetes dan pengobatan penyakit Alzheimer. Namun jika kita kehilangan terumbu karang kita, kita kehilangan mereka yang mengandung senyawa yang menyelamatkan hidup manusia.
  4. Membuat liburanmu sebuah liburan yang bersahabat dengan lautan. Ini bagus,- sangat bagus, sebenarnya – untuk bermain di laut dan snorkeling melihat terumbu karang, karena kamu mendukung pariwisata lokal. Sebelum kamu melihat-lihat pemandangan bawah laut dengan snorkel itu, pastikan kamu tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada termubu karang tersebut.
  5. Mengurangi carbon footprint Anda. Pengasaman dari perubahan iklim merupakan salah satu ancaman atas laut. Jika Anda tidak yakin bagaimana atau di mana untuk memulai, mulailah dengan menilai carbon footprint Anda saat ini dengan The Nature Conservancy’s carbon calculator
If you can’t get to the beach on World Oceans Day, do the next best thing: eat ice cream. Lots and lots of ice cream. I’m going to.

Ayo kita makan es krim yang banyak





Selamat Hari Samudra Sedunia
8 Juni 2011

sumber: http://blog.nature.org/2011/06/ten-things-you-didn%E2%80%99t-know-came-from-the-ocean/

Senin, 22 Maret 2010

[catatan perjalanan] CRACATOA

Bismillaahirrohmanirrohiim

Saya mau sedikit berbagi catatan perjalanan saya beberapa minggu lalu, tepatnya 25 - 28 Februari 2010...

Perjalanan ini diawali dengan kumpul di terminal Bogor, naik Bus ke terminal Kampung Rambutan via tol yang terakhir, berangkat sekitar jam 20.30-an. Meeting point-nya sebenernya di terminal Kampung Rambutan (karena temen-temen seperjalanan gak semuanya dari Bogor, ada yang dari Cibubur, Cibinong, dan Bandung).  Rencana awal sih berangkat jam 22.00 dari Kampung Rambutan, tapiiii ternyata ada yang telaaaaatttt, untung pak sopirnya berbaik hati menunggu... Alhasil, kita berangkat jam 22.45 dari Kampung Rambutan menuju Merak dengan bus Primajasa. Perjalanan malam cenderung lebih cepat sepertinya, memakan waktu kurang lebih 3 jam untuk mencapai Pelabuhan Merak, sepanjang perjalanan saya tertidur pulas. Dini hari di pelabuhan berteman bintang-bintang, tapi jangan dikira sepi, sangat ramaaiiii. Kita pun langsung bergegas naik Kapal Ferry untuk menyeberangi Selat Sunda menuju Bakaheuni.  Niatnya sih mau melanjutkan tidur pulasku yang tadi terputus, tapi apa daya, tepat di hadapanku saya disuguhi sebuah tv dengan tayangan film fast and furious dengan audio yang kuenceeeng, mau gak mau yaaa saya nonton ajah, sambil terus berusaha memejamkan mata. Tak lama, suara lebih dahsyat bergema bersumber dari luar ruangan, ada dangdutaaaan di kafetaria kapal, huftttt..... Menjelang subuh, kapal kami sudah sandar di pelabuhan bakaheuni... wah, saya sudah di pulau sumatera ternyata :D

Turun dari kapal, tempat pertama yang kita tuju adalaaaaaaaaaahhh -------------> Mesjid, hehe.. Gosok gigi, bebersih, wudhu, dan shalat subuh.. Ukuran mesjidnya termasuk kecil, kurang memadai, tempat wudhunya apalagi, tidak cukup bersahabat untuk para akhwat, amat sangat terbukaaa. Jadi, mau gak mau kudu nyari kamar mandi buat wudhu.

Selanjutnya adalah, perjalanan menuju Pelabuhan Canti. Bakaheuni - Canti ditempuh dengan mencarter angkot, lamanya perjalanan sekitar 1 jam. Sampai di Canti, sarapaaan sekalian ganti baju buat basah-basahan.

Untuk petualangan selanjutnya, explore cracatoa, kita menyewa sebuah kapal kayu berkapasitas 20 sampai 30 orang. Tujuan pertama adalah Pulau Sebesi, tempat penginapan kita. Dari Canti ke Sebesi naik kapal kayu selama 2 jam (tergantung kondisi ombak). Di tengah perjalanan, kami menemukan spot menarik buat diselami, sebenarnya tak jauh dari Pulau Sebesi, hehe.. So, kapal pun dihentikan, dan kita langsung nyeburrrr. Snorkeling part 1, walaupun mata masih terkantuk-kantuk karena kurang tidur namun hasrat untuk bermain bersama ikan terlalu menggebu. Tapi kita tak bisa berlama-lama bermain, hanya sekitar 2 jam, dari jam 9-11 pagi. Yah, saat itu hari jumat, para pria HARUS shalat jumat dong!!! Jam 11, semuanya kembali naik ke kapal dan kapal pun melaju dengan cepat menuju Pulau Sebesi, lokasi penginapan kita. Para pria pun langsung bebersih dan bergegas menuju mesjid.

Pulau Sebesi adalah salah satu pulau terdepan di Indonesia yang berada di Kabupaten Lampung Selatan. Tapi fasilitasnya masih sangat jauh dari kata terdepan. Di sini hanya ada satu sekolah dasar, sebuah perpusatakaan sederhana, sebuah masjid, dan ada pabrik kopra-nya juga, usaha kecil-kecilan aja sih. Di Pulau ini ada 4 kampung, wilayahnya cukup luas, dan ditopang oleh sebuah gunung, Gunung Sebesi. Penduduknya tak banyak, kebanyakan dari kalangan nelayan, buruh pabrik, dan penggembala kerbau, sapi, dan kambing. Penduduknya sebagian besar berasal dari Banten dan Lampung. Aktivitas anak-anak pulau pada sore hari adalah  belajar berenang di dermaga, mereka tak memakai ban tapi hanya menggunakan batok kelapa untuk membantunya mengambang di lautan sampai akhirnya mereka mampu berenang dengan lancar dan batok kelapa pun dilepas hanyut bersama omabak. Aktivitas lain yang mereka lakukan adalah membaca buku di perpustakaan. Next time, kalau ke sini lagi, mau bawain buku-buku ah buat disumbangin di Perpus ini :D.
Oia, penduduk Sebesi hangat, terbuka, dan sangat ramah. Saat di Sebesi kami menyempatkan berkunjung ke Pabrik Kopra, pabrik ini bekerja 6 hari dalam 1 minggu, libur pada hari jumat, mereka memproduksi 2 ton kelapa menjadi 1 ton minyak kelapa mentah setiap harinya. Minyak mentah ini akan dikirim ke pabrik BARCO-minyak kelapa yang terkenal di Indonesia-untuk dijadikan minyak goreng siap pakai berlabel BARCO. Sedikit info, di pulau ini sudah berdiri 4 vila milik asing, yaitu punya orang Austria, Jerman, Rusia, dan (lupa). Vila milik mereka ini langsung berhadapan dengan pantai yang sangat indah, heran, ko mereka tau aja yah tempat-tempat bagus... Serasa dijajah deh, bisa-bisa tuh pulau nantinya dikuasai warga negara asing, hiks...

Selesai bertualang di Pulau Sebesi, hari berikutnya, setelah subuh kita langsung bergegas naik kapal menuju Anak Krakatau. Di perjalanan kami mendapatkan sunrise yang Subhanallah indah sekaliiiii. Sebelum mendaki anak krakarau, kita sarapan dulu di bawah. Medan pendakiannya tidak terlalu berat, hanya pasir hitam saja dan jalan menanjak pastinya. Tapi jangan coba-coba naik siang-siang, puanaaaaaaaaaaaaaaassss, pasirnya pun panas. Semakin pagi semakin nyaman. Oia, pasir hitam pertanda kalau daerah situ kaya akan materi vulkanik,, wajarlah, gunung vulkanik yang masih aktif ko. Kandungan belerang di anak krakatau juga cukup tinggi.

 

Puas menikmati pemandangan dari atas puncak 1 gunung anak krakatau, kita pun melanjutkan perjalanan menikmati alam bawah laut. Perjalanan dilanjutkan ke legokcabe yang punya kekayaan alam bawah laut yang luaaarrr biasa indah...  Tapi daerah ini sudah terlalu terkenal sehingga ramai dikunjungi para diver ataupun yg hanya snorkeling. Tak berlama-lama, kita memilih mencari spot lain yang masih sepi.... KETEMUUUU..., deket pulau Panjang, SUBHANALLAH....indah sekali pemandangan bawah lautnya, puas bermain bersama ikan-ikan karang, mereka lucu-lucu, rasanya tiba-tiba tersihir dan merasa jadi ikan, hehe...

Kegiatan snorkeling di hari ke-2 memang luar biasa lamaaaa, dimulai jam 9 pagi dan berakhir pada jam 4 sore, benar-benar sukses buat menggosongkan kulit, hehe...

Kembali ke penginapan di Sebesi dengan kenangan indah bermain bersama ikan-ikan, senangnyaaaa... Awalnya, saya pikir akan tidur nyenyak di malam harinya, tapi ternyata saya tergoda untuk melihat bulan purnama yang indah ditaburi bindang-bintang malam... lukisan malam yang tak ternilai... Tak lama terdenga keributan dari arah belakang, ternyata ada pentas kesenian budaya setempat. Musiknya seperti gamelan gitu, trus ada tari-tarian dari anak-anak pulau, tapi bukan tarian biasa loh, itu pencak silat khas Banten... Ups, sdah lewat tengah malam, waktunya tidurrrr dan keesokkan harinya kita semua kembali menginjakkan kaki ke pulau jawa... Sampai jumpa Sebesi, Krakatau, Canti, Lampung...., next time kita main lagi ke sana ;)

foto-foto dari kamera Ijul, Teguh, teh Uni, mas arif, dan lukman

Kamis, 28 Januari 2010

Pelajaran Kala Menjadi Ikan, hehe... (lanjutan)

PR yang tertunda, hehe…  lanjutan yang ini

Kita lanjutkan pelajaran selanjutnya yah…

Pelajaran (ga semunya) penting ala petualang udung…

Kali ini tips buat ber-SNORKELING ria biar tambah seru dan berkesan nih…,

PELAJARAN NO.1

Siapkan kamera waterproof biar tetep bisa bergaya meski di dalam laut, kan seru tuh bisa foto-foto sama si nemo, si patriks (baca: starfish), si spongebob (baca: soft coral yang lucu-lucu dan warna-warni), sama si jellyfish, dan temen-temennya… :-D

PELAJARAN NO.2

Pakai sunblock yang buat perenang itu loh (yang kayak gimana yah??), pokonya katanya yang ga luntur kalo nyetuh air gitu deh, waterproof… Penting nih, soalnya kita pake sunblock yang biasa gitu, akibatnya, GOSOOOONG…. Hehe…, don’t worry, black is beauty ko… eksotis gitu kan jadinya… Lumayan sukses buat menggelapkan warna kulit, heu… (secara snorkelingan pe 6 jam tengah hari bolong, gimana gak gosong coba??)

PELAJARAN NO.3

Saat naik ojek kapal yang nganterin kita ke lokasi snorkeling (kapalnya terbuka gitu), jangan coba-coba mangap alias membuka mulut, ntar kemasukkan aer laut loh, cos saking gedenya tuh ombak, jadi nyiram2 ke kita gitu deh.. Oia, kudu siap basah… serunya dijamin ga jauh beda sama rafting deh (-karena kita ke sana saat ombak lagi gede-gedenya)… 

PELAJARAN NO.4

Utamakan foto-foto ketika di atas kapal, haghaghag… Perhatikan sekeliling karena banyak kejadian menarik da sekejap mata yang saying dilewatkan, apalagi kalo lupa diabadikan, rugiiiiii … contoh: saat gerombolan dolphin lewat, loncat-loncat gitu, lucu2 banget loh… trus burung ada burung camar yang melintas… atau ada kapal yang melintas sambil buang sampah ke laut (kudu dipoto biar bisa dilaporin ke polisi laut, hu uh… tega sekali mengotori laut)

PELAJARAN NO.5

Pastikan kita ditemani guide, supaya ada yang ngajarin kita dasar-dasar snorkeling ataupun diving, trus ditunjukkin tempat-tempat oke yang pemandangan dasar lautnya oke punya dan pastinya dapet banyak ilmu tentang makhluk-makhluk laut yang kita temui…. Dan yang paling utamaaa, supaya ada yang moto-motoin kita, jyahahahahaha (teteup)….

PELAJARAN NO. 6

Pakaian untuk snorkeling (khusus untuk akhwat ni):

1.       Dalemannya kudu celana panjang ketat (legging), apapun luarannya à rok, jubah, celana silat, apapun, yang penting luarannya jangan yang ketat yah..hehe

2.       Pakai bergo yang ada iketannya di belakangnya (model-model mukena gitu loh)

3.       Pake daleman kerudung yang bener2 rapih biar rambutnya ga maen-maen keluar, kalo bisa pake kerudung renang muslimah itu,

4.       Pakai bergo yang dari bahan kain, jangan yang kaos, beraaaat…

5.       Jangan coba-coba pakai baju warna putih, cos kalo basah jadi transparan gitu… bahayaaaa….

6.       Pilih fin (kaki katak) yang sesuai dengan ukuran kaki kita (biasanya sih sama dengan ukuran sepatu)

7.       Pilih masker yang nyaman, kalo mata anda minus, tenang ajah, ada ko masker yang untuk mata minus..  Tapi pakai softlens juga aman ko… Intinya, pastikan anda bisa melihat dengan jelas pemandangan bawah laut…. Jangan pernah mencoba pakai kacamata di dalam masker, dijamin gagal deh, hahaha…

8.       Pakai jaket pelampung sejak di atas kapal, bukannya apa2, angiiiinnya kueeenceeeeeng bgt, ntar kerudungnya melambai2 kalau ga pake jaket pelampungnya..

9.       Oia, jangan lupa kerudungnya di penitiin ke baju, biar aman

PELAJARAN NO.7

Bawa perbekalan makanan dan minuman yang banyaaaak, karena abis jadi ikan tuh lapeeerrrr boiiii, mana kedinginan lagi, kan jadi makin laper ajah…

PELAJARAN NO.8

Kalau pengen BAK pas lagi snorkeling, keluarkan sajah, hehe… jangan ditahan-tahan…. Palingan ikan-ikan di sekitarmu jadi mabok, hahay…

PELAJARAN NO. 9

Saat snorkeling dan lagi pake snorkel, jangan coba-coba membuka mulut sedikitpun, even buat sekedar tersenyum apalagi bicara… yang ada aer yang masuk, keasinan-keasinan deh..hehe

PELAJARAN NO.10

Tetap gunakan jaket pelampung walaupun sudah selesai snorkeling, biar ga kedinginan ajah sih, apalagi pas di atas kapal anginnya kenceng buangeeetttt

PELAJARAN NO.11

Ketika lagi snorkeling, pastikan selalu bersama rombongan, jangan terpisah terlalu jauh, cape ngejarnya nanti…

PELAJARAN NO.12

Selalu mendekat kepada guide yang memegang kamera, biar puas difoto (teteeepppp yaaahh). Dan supaya ditunjukkin spot-spot yang paling oke di dasar laut…

PELAJARAN NO.13

Kalau sedang memakai fin jangan coba-coba jalan ke depan alias maju…, pasti ga nyampe2 (coba ajah kalo ga percaya)… Kalau pakai fin tuh jalannya kaya undur2, mundur-mundur, ke belakang gitu deh…

PELAJARAN NO.14

Kalau lagi cape pas snorkelingan n mau istirahat dulu di tengah laut, balikkan badan ajah…, trus diem ajah deh, heu…

PELAJARAN NO.15

Kegiatan ini akan membuat ada KECANDUAN,,

Duh, sekian dulu dan terima kasih untuk yang telah menyempatkan waktu untuk membacanya… Kalo ada yang mau nambahin sok manggaa…. Dengan senang hatiii… di sini ajang sharing dan berbagi kok…

foto-fotonya ada di sini

Created By: Bunga-Rina-Amah-Nasi

Kamis, 14 Januari 2010

UNDERWATER SCENERY... SUBHANALLAH, ...




Tak henti mengagumi maha karya Sang Pencipta....,
indah nian....
lokasi: Lautan di kepualuan Seribu, antara Pulau Air, Pulau Pramuka, Pulau Panggang, Pulau Gosong....

Rabu, 13 Januari 2010, 08.00 WIB - 14.00 WIB

THANKS TO:
ALLAH SWT....
Pak Satibi as our guide and our photographer
Pak Captain as our captain and our guide...lupa kenalan namanya
Mr. Guide..... lupa juga kenalan, hehe
and.. mas Guntur as our photographer and our guard (untung sempet kenalan sebelum check out, huahahaha...)