Translate

Selasa, 18 September 2012

Menjadi Ibu Rumah Tangga, Salahkah???


Bismillahirrohmaanirrohiim
Assalamu'alaikum wr. wb.
Sahabat perempuanku, pernahkah terbersit dalam dirimu untuk menjadi seorang ibu rumah tangga seutuhnya? Seorang istri dan ibu yang menghabiskan sebagian besar waktunya berada di dekat buah hatinya dan sebisa mungkin selalu mendampingi kemanapun sang suami bertugas?
Menjadi seorang ibu yang mengabdikan hampir seluruh waktu hidupnya untuk mendampingi, menjaga, mendidik, membina, menemani, dan menyaksikan setiap detik tumbuh kembang anaknya hingga sang anak cukup matang untuk dilepas?
Pernahkah terpikir duhai sahabat perempuanku?
Bolehkah aku tahu apa impian terbesarmu? Adakah mencetak generasi robbani dan melahirkan calon pemimpin masa depan yang sholih/ah terlintas dalam impianmu? Mampukah seorang wanita karir yang mengabdikan sebagian besar waktunya untuk bekerja di luar rumah mampu melakukannya?
Saya adalah seorang anak yang dilahirkan dan dibesarkan oleh seorang wanita karir. Seorang wanita yang memiliki kesibukan luar biasa di luar rumah dengan jam terbang tinggi sehingga sebagai anak saya cukup sering ditinggal ke luar kota atau ke luar daerah, bahkan ke luar negeri selama berhari-hari. Beliau seorang akademisi sukses dan berhasil mencetak ribuan sarjana, magister, dan doktor di bidangnya, beliau juga sukses mencetak para pejabat, pengusaha, peneliti, dan akademisi. Bukan hanya itu, beliau juga sukses menulis banyak buku dan merilis banyak jurnal penelitian skala nasional dan internasional. Hebat bukan? Sebagai seorang istri dan ibu juga beliau cukup sukses, mampu melahirkan dan membesarkan ketiga anaknya dimana ketiga-tiganya sukses masuk PTN dan berhasil mempertahankan mahligai pernikahannya sampai detik ini.
Mungkin tak banyak profil wanita karir seperti ini, biasanya seorang wanita dihadapkan dengan pilihan antara rumah tangga (anak dan suami) dengan karir (pekerjaan dan pendidikan formal). Menjadi pribadi yang benar-benar sukses di segala bidang kehidupannya tentu bukan hal mudah. Saya juga tidak bilang kalau ibu saya melewati periode kesuksesannya dengan mudah dan bukan berarti ibu saya juga sukses dengan gilang gemilang. Selalu ada yang harus dikorbankan, selalu harus ada yang dipilih. Tapi, di balik semuanya, sebagai anak saya tetap bangga pada ibu saya dong! Tapi bolehkah saya memilih jalan yang berbeda dengan jalan yang diambil oleh beliau?
Sebagai wanita, sebagai istri, dan sebagai calon ibu, belakangan ini saya banyak merenung mengenai jalan yang akan saya tempuh selanjutnya. Beberapa bulan lalu, sebelum saya  hamil, saya sempat mengutarakan keinginan saya kepada suami untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Tentu saja suami saya tidak keberatan karena beliau selalu mendukung apapun keputusan saya selama itu dalam konteks kebaikan. Jikapun saya memilih menjadi wanita karir, insya Allah beliau akan tetap mendukung selama tetap bertanggung jawab dengan peran utama saya sebagai istri dan ibu. Dan magic, tahukah, butuh waktu setahun untuk kami (saya dan suami) hingga Allah menakdirkan saya hamil, dan Allah menakdirkan saya hamil tak lama setelah saya mengutarakan keinginan saya untuk menjadi ibu rumah tangga. Masya Allah, apakah Allah berkehendak agar saya benar-benar memegang amanah atas titipan-NYA dengan seutuhnya? Apakah Allah mengetahui bahwa saya bukanlah seorang wanita yang sanggup membagi perhatian antara karir dan rumah tangga? Yang pasti Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk setiap hamba-NYA. Wallahu'alam, apapun itu, saya merasa seketika Allah menjawab kegalauan saya memilih antara menjadi ibu rumah tangga dan wanita karir.
Setiap keputusan punya risiko, punya implikasi, dan belum tentu bisa diterima oleh semua pihak, sekalipun keputusan tersebut mengenai hidup kita sendiri.
Jelas, yang pertama merespon kurang setuju adalah ibu saya sendiri. Wajar saja, beliau yang selalu memotivasi saya untuk sekolah setinggi-tingginya dan selalu mengaktualisasi diri secara profesi. Disekolahin tinggi-tinggi cuman untuk jadi ibu rumah tangga? hehe... sekolah tinggi-tinggi kan biar bisa mendidik anak-anak kelak jadi manusia cerdas dan berakhlak mulia. Harapan - harapan dari tante, paman, dan uwak-pun menggelontor tak putus - putus. Selaras dengan harapan ibu saya, merekapun berharap saya bisa menjadi wanita yang sukses dalam karir dan pendidikan. Walaupun ga jauh - jauh sih, mereka sering menyarankan saya untuk ikut tes CPNS ini - itu, terutama untuk jadi dosen di PTN. Mungkin ibu, ayah, dan saudara-saudara saya yang lain melihat saya seperti jelmaan ibu saya kali ya, jadi berharap saya pun bisa mengikuti jejak beliau.
Egois, itulah penilaian atas keputusan saya, kamu punya ilmu yang bisa bermanfaat buat orang banyak kalau kamu berkarir, kamu bisa mencerdaskan lebih banyak orang kalau kamu jadi dosen. Kamu ga boleh egois hanya mementingkan diri sendiri dan keluarga kamu aja... Logis, sangat logis, ilmu yang saya dapatkan dari proses sekolah yang panjang tentu saja adalah amanah yang harus saya sebarluaskan, bukan untuk disimpan sendiri, betul tidak??? Saya setuju, tapi saya juga yakin, bahwa ilmu saya bisa bermanfaat dan bisa dibagi bukan hanya lewat jalur pekerjaan profesional yang menuntut saya menghabiskan waktu di luar rumah bukan? Saya punya cita-cita menjadi penulis, saya bisa berbagi ilmu saya lewat tulisan dan saya bisa tetap menulis dari rumah, tetap berada dekat anak-anak. Saya rasa akan ada banyak pekerjaan freelance yang bisa dilakukan oleh seorang ibu rumah tangga. Insya Allah amanah ilmu yang Allah titipkan pada saya akan tetap saya gunakan dan bagikan sebagaimana mestinya. Ibu rumah tangga kan bisa aktif di posyandu dan turut mencerdaskan ibu-ibu rumah tangga yang lain juga, betul tidak?
Sebagai seorang istri, impian saya adalah bersama suami mewujudkan impian kami, yakni meleburnya mimpi saya dalam mimpi suami, saya ingin jadi orang pertama dan utama yang mendukung mewujudkan impian suami. Impian suami adalah impian saya dan impian kami. Saling mendukung dalam mewujudkan mimpi - mimpi besar kami bersama akan mewujudkan sinergisitas yang luar biasa. Yang pasti impian kami adalah menjadi keluarga dunia dan akhirat, sukses di dunia, bahagia di akhirat, dan bertemu kembali di tempat terbaik di sisi Allah kelak.
Sebagai seorang calon ibu, tentu saja saya ingin selalu ada untuk anak saya, menjadi pendidik pertama dan utama, menjadi sahabatnya, melimpahkan kasih sayang yang sempurna, membersamainya di setiap momen penting tumbuh kembangnya, dan tentu mengarahkannya menjadi generasi robbani, calon pemimpin masa depan yang amanah. Agar kelak, jika Allah meminta pertanggungjawaban atas amanah anak yang telah dititpkan-NYA pada kami, saya mampu mempertanggungjawabkannya.
Seringkali muncul kekhawatiran dari sebagian besar wanita bekerja adalah masalah keuangan keluarga. Beban hidup yang menghimpit membuat seorang wanita terpaksa harus meninggalkan anak di siang hari dan bekerja di luar. Manusiawi, toh hidup emang butuh materi, seorang ibu pun rela bekerja di luar demi anak - anak. Jelas, ibu tersebut adalah ibu yang luar biasa, pasti pahala sedekahnya pada keluarga tak terhingga nilainya. Sekali lagi itu adalah pilihan. Pilihan bekerja di luar rumah atau menjadi wanita karir adalah sebuah pilihan mulia, banyak ladang amal bagi seorang wanita di luar sana. Ilmunya bermanfaat untuk kemaslahatan umat. Uang yang dihasilkan bernilai sedekah untuk keluarganya. Sungguh luar biasa... Tapi pilihan menjadi ibu rumah tangga juga bukan pilihan yang salah, kan?
Setiap manusia yang terlahir telah disiapkan rejekinya masing - masing oleh Allah, rejeki seseorang tak mungkin tertukar selama ia berikhtiar. Pun seorang bayi yang baru lahir, tentu Allah sudah menyiapkan rejeki untuk bayi tersebut, biasanya dititipkan melalui orang tuanya. Jadi, selayaknya kita tak perlu khawatir jika istri tidak bekerja di luar lantas tidak dapat membiayai  hidup si anak. Bukankah Allah yang mencukupkan rejeki tiap - tiap makhluk? Pernahkah terpikir, dengan dukungan seorang istri yang ibu rumah tangga, seorang suami bisa meningkatkan penghasilannya berkali-kali lipat? Sehingga jika dikalkulasi bisa jadi akan lebih tinggi ketimbang penghasilan gabungan antara suami dan istri yang berkarir. Rejeki Allah yang mengatur, sumbernya bisa darimana saja, kan?
Tapi, jadi ibu rumah tangga bukan berarti lantas tak berdaya guna, hanya sibuk sama urusan dapur dan anak semata loh... Karena seorang ibu rumah tangga juga harus produktif. Profesi seorang ibu rumah tangga menunjukkan prioritas seorang wanita dalam hidupnya, yakni mendampingi suami dan mendidik anak. Lalu ia juga punya peluang - peluang amal yang lain yang harus digarap. Ia hidup di tengah masyarakat, tentu seorang wanita harus mengambil peran dalam masyarakat tersebut. Turut mencerdaskan masyarakat, berperan aktif dalam pembangunan (bahasanya PPKn bgt ya? :P). Maksudnya, ya walaupun ibu rumah tangga tapi juga aktif berdakwah di tengah-tengah masyarakat lah, supaya banyak ibu - ibu lain yang tercerahkan dengan Islam dan jadi lebih cerdas. Kalau ibu-ibunya cerdas, otomatis anak-anaknya jadi cerdas juga dong...
Jadi ibu rumah tangga juga tetap bisa mambantu keuangan keluarga kok, misalnya berbisnis rumahan, udah banyak banget ni ibu-ibu rumah tangga yang sukses berbisnis dari rumah, patut dicontoh! :D, apalagi kalau suami istri sama-sama punya visi bisnis yang sama, wah makin sinergis, bisa saling menguatkan. Memang ya, sebuah keluarga kalau se-visi tuh segalanya jadi mudah,, ada aja idenya, ada aja jalannya, dan semakin cepat mewujudkannya.
Yah, sekali lagi, LIFE IS A CHOICE, setiap perempuan boleh memilih menjadi WANITA KARIR YANG BERUMAH TANGGA atau menjadi IBU RUMAH TANGGA YANG PRODUKTIF :)
Memilih menjadi apapun kita pasti akan diikuti dengan konsenkuensinya, selalu ada sisi positif dan negatif di setiap pilihan, tinggal bagaimana kita mengoptimalkan sisi positifnya dan meminimalisir/ mengantisipasi sisi negatifnya...

Minggu, 22 Juli 2012

Pembunuh Manusia Terbesar di Dunia

Para sahabatku...
Di abad 20 yang lalu pembunuh manusia terbesar di dunia adalah Nazisme (2 juta / tahun) dan komunisme (1.5 juta / tahun)...
Kini di abad ke 21 ini adalah Nikotinisme. 

Di awal abad 21 ini di dunia mereka menjagal 5 juta/ tahun,
di Indonesia 400.000 nyawa / tahun. 

Mari kita terus ingatkan publik bahwa setiap hari ideologi ini membunuh 1.100 nyawa bangsa kita lewat 25 macam penyakit. 

Imej maha-buruk ini ditutup tutupi dgn iklan cantik dan nyinyir, bantuan dermawan yang baik hati (bea siswa, olah raga, konser dan sumbangan
ini itu dan sogokan hebat). 

Sampai saat ini Nikotinisme masih berhasil menutup wajah Pembunuh Penjagal Penyogok mereka. Kita harus copot dan robek topeng itu. 

Memang kini mereka di puncak kejayaan dan kekayaan luar biasa, seperti komunisme di tahun 50-an...  

Tapi Nikotinisme akan roboh....
Mari bersama kita merobohkannya.....
Untuk itu kita mohonkan kekuatan pada Yang Maha Kuasa di awal Ramadhan ini.... 

(Taufiq Ismail)

Kamis, 19 Juli 2012

Memelihara Kehidupan

Teringat beberapa bulan lalu, saat saya dan suami menanam kunyit putih di kebun belakang rumah... Terus suami berpesan, "Nanti sering - sering ditengok yaa, kalau kering disiram, kita kan sedang memelihara kehidupaan."

Wah, jika tanaman saja harus kita pelihara kehidupannya dengan perhatian yang cukup dan memenuhi kebutuhannya, apalagi anak manusia...

Memelihara kehidupan anak manusia berarti memberikan perhatian juga, bukan? Lalu mencukupi kebutuhan ruhiyah, jasadiyah, dan fikriyah-nya. Ketiganya harus seimbang agar tumbuh dengan sempurna...

Memelihara kehidupan yang Allah titipkan di dalam rahim kita juga sebuah keajaiban luar biasa... Kadang kita lalai memenuhi haknya saat ia ingin mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran atau lalai memenuhi kebutuhan nutrisinya atau lalai memenuhi kebutuhannya untuk mendapat ketenangan dan istirahat yg cukup, atau bahkan kita lalai memberinya perhatian dengan mengajaknya mengobrol atau sekedar mengelus.

Memelihara kehidupan di dalam rahim sungguh luar biasa, ia yang bersemayam di dalam bisa memprotes saat ada kebutuhannya yang tak terpenuhi, ia bisa protes dengan membuat perut si ibu menegang atau dengan gerakan yang lebih ekstrim (jika usia kandungan sudah masuk trimester ke-2).

Memelihara kehidupan membuat kita harus banyak mengisi diri dengan asupan energi positif, nutrisi sehat, ilmu bermanfaat, agar cukup dibagi dengan dirinya yang ada di dalam rahim.

Kekeringan ruhiyah sang bunda dapat membuat dia merasa tak tenang di dalam rahim sang ibu... 

Memelihara kehidupan dalam rahim bunda terasa indah dengan dukungan ayah yang penuh perhatian dan kasih sayang... mencintai bunda  dengan tulus, maka rasa cinta itu akan sampai pada sang buah hati dalam rahim sang bunda...

Memelihara kehidupan bersama suami di sisi, sungguh indah...
Memelihara kehidupan...

NB:
Bersyukur punya suami luar biasa yang tak pernah lelah menjadi tangan dan kaki di saat tubuh tak berdaya, bersyukur punya suami yang luar biasa yang tak pernah lelah menghibur, melimpahkan perhatian, kasih sayang, doa tulus, dan semangat....

Alhamdulillaah... Terima kasih Allah atas belahan jiwa yang luar biasa.... 

Senin, 16 Juli 2012

[Lomba Senyumku Untuk Berbagi] Saat Semua Turut Berbahagia

Pernikahan adalah momen indah dalam hidup kita.... 
Saat dua jiwa bersatu dalam ikatan suci yang diberkahi-NYA, 
saat si venus dan si mars menjadi halal di hadapan Allah, 
saat cinta mulai bersemi dan doa keberkahan terucap dari setiap yang hadir...

Senyum bahagia pun terpancar dari kedua mempelai dan karib kerabat yang turut berbahagia.

Foto ini adalah kali pertama saya berbagi foto pernikahan di dunia maya, foto karya posko86-nya wicakz yuhuu dan hesty...

Foto ini membuat saya tersenyum, pertama mengingatkan pada momen indah setahun lalu (11062011), kedua pose dari suami dan sahabat di sebelahnya yang super kocak... Pernikahan tidak akan memutus persahabatan yang telah terbina, sampai sekarang mereka masih jadi sahabat dan teman berantem yang kompak ko...

Sebenarnya pengen posting foto yang lebih rame lagiii, lebih banyak senyum yang bertebaran, tapi syarat lombanya maksimal cuma 5 ya, hehe ... Sengaja pilih foto bareng sahabat - sahabat suami, karena kebanyakan akhwat ga mau dipublish fotonya (termasuk saya sebenernya, tapi yg ini spesial loh, hihi) 


link lomba 

Mengeja Takdir Ilahi

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS. Al-Ankabut : 64)

Berapa lama waktu yang telah dan akan kita lewati di dunia ini? 1 tahun? 10 tahun? 20 tahun? 40 tahun? 60 tahun? 100 tahun?

Berapa lama jatah hidup kita di dunia yang fana ini? Berapa lama kita kelak akan hidup di alam akhirat? SELAMANYA... SELAMANYA.... Sebandingkah jika kita membuang - buang waktu untuk mengejar kehidupan dunia saja yang mungkin tak sampai 100 tahun dengan kehidupan akhirat kita yang selamanya? Relakah kita kehilangan kenikmatan yang abadi demi sebuah kenikmatan dunia yang sekejap mata?

Dalam kehidupan dunia kita yang singkat, Allah telah memberikan banyak pilihan, seorang bijak tentu akan memilih yang terbaik untuk kehidupan dunia dan akhiratnya.

Seindah - indah pilihan adalah pilihan yang Allah ridhoi, pilihan yang mengikuti skenario-NYA menuju kebahagiaan yang abadi.

Kadangkala, Allah sengaja menghadapkan kita dengan pilihan sulit, pilihan yang rasanya berat untuk kita pilih, pilihan yang rasanya akan menambah beban dalam hidup kita, pilihan yang mungkin merugikan kehidupan dunia kita, namun jika pilihan itu adalah pilihan yang Allah ridhoi, apakah rela kita melewatkannya? Karena hidup tak selalu tentang untung dan rugi, tapi tentang beramal sebanyak - banyaknya, menabung pahala sebanyak - banyaknya...

Tak mudah menjalani skenario yang Allah pilihkan untuk kita, karena skenario-NYA tak selalu berisi tentang romansa cerita bahagia, di dalamnya pasti ada kesedihan , kesusahan, ujian, cobaan, senyum, tawa, namun dengan keikhlasan melakoni peran tersebut, skenario-NYA akan berakhir dengan happy ending ever after... yakni SURGA ALLAH yang kekal abadi.

Peran? apa gerangan peran kita? peran apa yang harus kita lakoni agar berakhir happy ending?
1. Beribadah kepada Allah 

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".

(Q.S. Adz-Dzaariyaat 51:56)


2. Sebagai khilafah
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". 
Q.S. Al-Baqarah: 30

3. Memakmurkan bumi
Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya). (QS. 11:61)

Ketiga peran itu yang harusnya kita lakoni dengan segala warna - warninya, dengan segala kemudahan dan kesulitannya, dengan segala jatuh dan bangunnya. Karena untuk ketiga peran itulah kita dicintakan di muka bumi, dan dengan menjalani peran tersebutlah kita dapat meninggalkan bumi menuju langit dengan hati yang lega dan tempat kembali yang terbaik.

Terlahir sebagai apapun kita, tertakdir seperti apapun kita, kita sama - sama memiliki misi di dunia yang sama... Mungkin saat ini saya, kamu, dia, mereka, tengah mengeja takdir-NYA masing - masing, takdir Ilahi yang penuh misteri, tapi percayalah takdir terbaik dari setiap kita adalah saat kita menjalani dengan keikhlasan peran - peran yang Allah berikan pada kita, dengan segala warna warninya. Istiqomah, memilih pilihan yang Allah ridhoi, memilih pilihan yang akan menuntun kita menuju kebahagiaan yang abadi.

Mengeja takdir Ilahi, menapaki langkah menuju langit, menjalani skenario yang Allah kehendaki agar tercapai bahagia yang hakiki...

Mari mengeja takdir Ilahi dalam keikhlasan menjalani lakon yang Allah kehendaki :)

Semoga istiqomah selalu memilih pilihan yang Allah ridhoi dan ikhlas menjalaninya...Karena di balik pilihan yang baik meski tak selalu menyenangkan pasti ada hikmah yang besar....

Si pembelajar yang tak masih terus belajar memaknai hidup.


Minggu, 05 Februari 2012

Cinta itu ....

Cinta adalah kata tanpa benda. Mutiara bagi ribuan makna. Wakil dari sebuah kekuatan tak terkira. Tapi ia jelas, sejelas matahari.

Jalan para nabi kita adalah jalan cinta. Kita adalah anak-anak cinta. Dan cinta adalah ibu kita. Jalan cinta selalu melahirkan perubahan besar dengan cara yang sangat sederhana. Karena ia menjangkau pangkal hati secara langsung.

Para pencinta sejati hanya mengenal satu pekerjaan besar dalam hidup mereka: memberi. Terus menerus memberi... begitulah cinta.

Pencinta sejati menjadikan dirinya seperti air dan matahari. Ia membuat orang lain tumbuh dan berkembang dengan siraman air dan sinar cahayanya.

Para pecinta sejati tak suka berjanji. Tapi begitu mereka memutuskan mencintai seseorang, mereka segera membuat rencana memberi.

Para pecinta sejati tak suka berjanji. Karena janji menerbitkan harapan. Tapi pemberian melahirkan kepercayaan. Berbeda dengan janji, rencana memberi yang terus terealisasi menciptakan ketergantungan. Ketergantungan yang menghidupkan..

Cinta adalah cerita tentang seni menghidupkan hidup. Mereka menciptakan kehidupan bagi orang-orang untuk hidup. Meski kehidupan yang mereka bangun sering tidak disadari oleh orang-orang yang menikmatinya.

Serial Cinta, Anis Matta





Jumat, 20 Januari 2012

#pdkt

  1. Zulaikha jadi ngeliat subhanallah gantengnya nabi Yusuf...
  2. Yusuf, anak muda tampan yg tiap hari kerja di rumahnya. Ada yg bilang, ketampanannya setengah dunia.
  3. Banyak cara dilakukan buat narik perhatiannya, bahkan sampe ngajak berzina.
  4. Yusuf awalnya mau nerima ajakan itu, tapi beliau sangat bersyukur krn mampu menolaknya.
  5. Karena udah fitrahnya perempuan utk tertarik kpd laki2, dan begitu juga sebaliknya. :)
  6. Dan manusiawi juga, klo tertarik ama sesuatu, kita bakal ngedeketin.
  7. Usaha2 biar lebih deket ini, biasanya dinamain "pendekatan" alias . :D
  8. Siapa yg ngga pernah ? Semua org pasti pernah... bisa ke orang laen, baju baru, ampe blackberry.
  9. Oke skrg kita bhs dikit aja neh, biar tau gmn sih serba-serbi itu? ;)
  10. Deket itu bisa fisik, jg bs secara hati. Dua-duanya penting dan kudu diperhatiin.
  11. Kita pun hrs jaga diri, jgn sampe diobral murah. Knapa? Krn kita semua sgt berharga, tuips. :)
  12. Di ilmu sosiologi, kedekatan dibagi jadi beberapa zona. Apa aja nih? :)
  13. Yg paling jauh namanya "zona publik", trus ada "zona sosial", "zona pribadi" sampe "zona intim (cinta)".
  14. Zona publik utk semua org, zona sosial buat yg ngga (seberapa) kenal. Zona pribadi? Cuma yg kenal doang. :)
  15. Trus, zona cinta itu khusus buat yg sangat spesial... selainnya ngga boleh deket2! ;)
  16. Ngapain bahas zona2 td? Kan kultuit skrg urusannya sama ? Liat neh, sambungannya... ;)
  17. Nah, zona2 itu bisa kita hubungin ama letak tiap org dlm hati kita, tuips... :)
  18. Semua yg kita tau, ada yg ditaruh di zona publik, sosial, pribadi, hingga lubuk yg terdalam...
  19. Klo ada yg naruh seseorg di zona pribadi, biasanya doi pengen timbal balik yg sama. Itu biasanya yak. :)
  20. Habis naruh orang di zona yg spesial, trus ada keinginan ditaruh di zona yg setara, saat itulah dimulai. :)
  21. Jika A ama B, A bakal usaha nunjukin ke B klo ia ada di posisi terhormat dlm hatinya. ;)
  22. Ngikut zona2 td, cara komunikasinya bakal "pribadi". Waktu yg dipilih jg "pribadi". Pilihan katanya pun "pribadi".
  23. Yang suka jadi pas itu pilihan waktu. Semua org punya waktu2 personal, yaitu malem sampe Subuh.
  24. Kenapa temen2 kadang butuh yg namanya jam malem, krn waktu jg punya wilayah privat/pribadi.
  25. Jadi klo dapat SMS di waktu2 pribadi, itu ada indikasi utk . Memang belum tentu, istilahnya baru indikasi. ;)
  26. Perhatiin juga bahasa yg dipake. Kadang multi-interpretatif, tp rangkaian kata itu keluarnya dari hati. ;)
  27. Trus, pertanyaan pentingnya: bagaimana sikap kita thd secara hati?
  28. Atau pake kata lain, siapa yg layak diletakkan dlm zona cinta di hati kita?
  29. Ada hadits, siapa yg kita taruh di hati yg paling dalam (cinta), dia bakal sama2 kita di akhirat nanti.
  30. Jadi? Pilih idola yg bener, berjuang dapetin istri/suami sholeh/ah. Pengen barengan seneng apa nyesel di sono ntar?
  31. Jaga zona cinta di hati kita, tuips. Semua cowo itu kudunya nyadar, mereka kalah jaoh ama nabi Yusuf. ;)
  32. Amanin zona pribadi kita, semuanya. Yuk PDKT dgn cara lain, Percaya Dengan Kalimat Tuhan.
  33. Inget konsep jodoh di kultuit kemaren? Klo itu dipegang, insya Allah hilang.
  34. Perempuan yg baik dapetnya pasti laki2 yg baik, jg sebaliknya. Kepleset? Dgn tobat insya Allah bisa jd baik. :)
  35. Oke, segini dulu kultuit , maafin klo ada salah2 kata yak. Trima kasi buat yg udah nyimak, ayo saling mendoakan. :)

  • Info: Hadits ttg ketampanan nabi Yusuf ada lebih dari 1 pemaknaan, yg digunakan di sini adl "ketampanannya setengah dunia".
  • Info: Lebih lanjut ttg teori zona, sila baca buku "Changing Minds" karya David Straker thn 1966; bab "Social Distances". :)
  • Info: Hadits "Seseorg di hari kiamat akan bersama org yg dicintainya, & engkau akan bersama yg engkau cintai." ~ HR. Bukhari (sahih)
  • Info: "Wanita2 yg baik adl utk laki2 yg baik dan laki2 yg baik adl utk wanita yg baik pula". ~ QS.24:26 | Juga ada ttg mereka yg keji

taken from @PKSJerman

Senin, 12 September 2011

Mars & Venus


KuLtwiT Salim A Fillah

Lelaki terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan, melainkan yang bisa membuatnya merasa tercantik di dunia.

Lelaki tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kekar ototnya, melainkan yang mampu mendengarkan, memahami, & mengerti curahan hatinya.

Lelaki terkaya bagi wanita, bukanlah yang terbanyak hartanya. Melainkan dia yang pandai bersyukur & mengungkapkan terimakasih padanya.

Lelaki tershalih bagi wanita, bukan sekedar yang banyak ilmu agama & rajin ibadahnya, melainkan juga yang paling mulia akhlaqnya.

Lelaki paling hebat bagi wanita, bukanlah yang mampu membelikan apapun untuknya; melainkan yang senyum & airmatanya selalu setia bersamanya.

Lelaki tercinta bagi wanita; dia yang prasangkanya tak mengalahkan akhlaqnya; yang kekesalannya tak mengalahkan kemaafannya.


Wanita tercantik bagi pria terbaik; bukanlah yang paling jelita; melainkan dia yang jika dipandang memberi rasa tenang, & surgapun terbayang.

Wanita terkuat bagi pria bukanlah yang merasa terhebat; melainkan yang menundukkan diri dengan ibadat, menempatkan diri dalam taat.

Wanita terkaya di hati pria bukanlah dia yang bertumpuk harta; melainkan yang ridha pada yang halal semata & qana'ahnya menjadi simpanan tak fana.

Wanita terdahsyat bagi lelaki, bukan dia yang pesonanya memukau banyak mata; melainkan yang siap menjadi madrasah cinta bagi anak-anaknya.

Wanita paling kukuh di kehidupan pria, bukan yang tak pernah menangis; tapi yang tersenyum meneguhkan & airmatanya menjadi pengingat taqwa.

Wanita paling bermakna bagi pria bahagia ialah dia yang kala berpisah menenangkan, kala berjumpa menggelorakan, tiap masa saling menguatkan.




Rabu, 08 Juni 2011

Ten Things You Didn’t Know Came From the Ocean



Written by Kerry Crisley

Saya menemukan laut setiap hari.

Sungguh, setiap hari.

Hanya pagi ini, pada kenyataannya, saya membuat susu coklat dan sandwich selai kacang untuk bekal anak saya dan menyebarkan sedikit tabir surya di pipinya. Kemudian kita menggosok gigi kita, saya mengenakan make-up dan kami berangkat ke sekolah dan bekerja.

Anda mungkin berpikir: Jadi, mana laut?

Ada dalam selai kacang, susu coklat, pasta gigi, make-up dan tabir surya.

Empat item pertama semua termasuk karagenan, suatu bentuk ganggang merah yang membantu memberikan konsistensi pada mereka.

Dan SPF 50 tabir surya dikembangkan dari organisme terumbu karang.

Ini Hari Samudera Dunia, dan jika Anda pikir Anda hanya berhubungan dengan laut ketika Anda pergi ke pantai atau makan ikan, pikirkan lagi!

Apakah Anda tinggal di Miami, Florida atau Miami, Ohio, kemungkinan Anda menggunakan produk yang terbuat dari lautan kita setiap hari. Berikut adalah lima lebih dari mereka:


  1. Es krim mengandung karagena
  2. Yoghurt mengandung agar-agar, bahan dari laut yang digunakan sebagai bahan pengental.
  3. Salad dressing berisi algin, suatu bentuk ganggang coklat
  4. Sampo dan campuran kue mengandung rumput laut
  5. Obat alergi anti-inflamasi berasal dari karang laut cambuk
Dan ini hanya beberapa hal yang membuat hidup lebih menyenangkan; laut kita juga memenuhi kebutuhan esensial dengan menyediakan makanan, pekerjaan, udara bersih, dan bahan baku obat yang mengobati kanker.

Tapi ada masalah; lautan dan pesisir yang tidak sehat.

Jika kita ingin tetap menikmati semua yang lautan berikan pada kita, kita juga harus memberikan yang terbaik untuk kelestarian laut kita.

Pada Hari Samudera Dunia, berikut adalah lima hal yang dapat Anda lakukan atas nama laut.

  1. Makan ikan yang tepat, menangkap dengan cara yang benar. Jika Anda tinggal di dekat laut, perhatikan komunitas di daerah Anda yang didukung perikanan. Seperti berbagi dalam peternakan, pilih seafood segar dari hasil tangkapan lokal. Jika Anda lebih jauh ke pedalaman, tetap up to date pada pilihan yang terbaik dalam memilih ikan ketika Anda sedang berbelanja atau makan di luar.
  2. Bicaralah. Tulis atau hubungi anggota kongres dan senator dan beritahu mereka untuk mendukung  National Endowment for the Oceans,, yang bertujuan untuk melindungi lautan dan perekonomian yang berbasis kelautan.
  3. Mengadopsi terumbu karang. Sumber daya laut 3-400 kali lebih besar daripada sumber daya tanah untuk mendapatkan terobosan baru pengobatan kanker, diabetes dan pengobatan penyakit Alzheimer. Namun jika kita kehilangan terumbu karang kita, kita kehilangan mereka yang mengandung senyawa yang menyelamatkan hidup manusia.
  4. Membuat liburanmu sebuah liburan yang bersahabat dengan lautan. Ini bagus,- sangat bagus, sebenarnya – untuk bermain di laut dan snorkeling melihat terumbu karang, karena kamu mendukung pariwisata lokal. Sebelum kamu melihat-lihat pemandangan bawah laut dengan snorkel itu, pastikan kamu tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada termubu karang tersebut.
  5. Mengurangi carbon footprint Anda. Pengasaman dari perubahan iklim merupakan salah satu ancaman atas laut. Jika Anda tidak yakin bagaimana atau di mana untuk memulai, mulailah dengan menilai carbon footprint Anda saat ini dengan The Nature Conservancy’s carbon calculator
If you can’t get to the beach on World Oceans Day, do the next best thing: eat ice cream. Lots and lots of ice cream. I’m going to.

Ayo kita makan es krim yang banyak





Selamat Hari Samudra Sedunia
8 Juni 2011

sumber: http://blog.nature.org/2011/06/ten-things-you-didn%E2%80%99t-know-came-from-the-ocean/

Senin, 06 Juni 2011

Walimatul Ursy

Start:     Jun 11, '11 11:00a
End:     Jun 11, '11 1:30p
Location:     Aula Balittro Cimanggu, Jalan Tentara Pelajar No.3 Bogor
Bismillahirrahmaanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Dengan Memohon Ridho dan Rahmat Allah Subhanahu wata’ala
Kami bermaksud menyelenggarakan Resepsi Pernikahan Kami
yang insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari : Sabtu, 11 Juni 2011
Pukul : 11:00 wib - 13.00 WIB
Bertempat di : Aula Balittro Cimanggu, Jalan Tentara Pelajar No.3 Bogor

Tiada ungkapan terindah selain ucapan terimakasih yang tulus atas kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i
semoga terbesit suci dalam hati,
tersirat ikhlas dalam diri dan
bertutur tulus tak bertepi.

Hanya kepada Illahi, tertuang do'a sebagai ungkapan syukur atas nikmat.

Wassalamu'Alaikum WaRohmatullohi WaBarokaatuh

:: Bunga Oktora & Rama Adeyasa ::


Keterangan:

Route menggunakan kendaraan pribadi

Dari Pintu Tol Jagorawi Belok Kanan
Setelah lampu merah, lurus sampai ada percabangan. Ambil kiri
Sampai lampu merah, belok kanan
Lurus terus sampai air mancur, kemudian ambil kiri
Lurus terus sampai lampu merah, kemudian belok kanan
Lurus terus sampai Balitro. Lokasi ada di sebelah kiri jalan


Route menggunakan angkutan umum

Dari Terminal Baranang Siang, naik Angkot 03 Jurusan Barang Siang-Bubulak
Turun di Stasiun Bogor, kemudian naik angkot 12 Jurusan Pasar Anyar- Taman Cimanggu
Turun di Balitro


Route memenggunakan angkutan umum

Turun di Stasiun Bogor, kemudian naik angkot 12 Jurusan Pasar Anyar- Taman Cimanggu
Turun di Balitro

Sabtu, 21 Mei 2011

Pernikahan sebagai Landasan Menuju Keluarga Sakinah

Rating:★★★★★
Category:Other
Bismillah....

--in memoriam, Almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh--

Sekali lagi, saya menemukan tulisan dari beliau, sungguh tak terhitung ilmu yang telah ia tebar semasa hidupnya... Semoga tulisan ini menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita para penerusnya, menjadi amal yang akan mendampingi beliau sampai ke surga kelak....

Baitul Muslim
26/8/2008 | 23 Sya'ban 1429 H | Hits: 18.187
Oleh: Hj. Yoyoh Yusroh, SPdi.

Muqoddimah

dakwatuna.com – Dalam Annual Report tahun 2004, UNFPA sebuah badan PBB yang menangani masalah kependudukan antara lain merekomendasikan perlunya penanganan serius terhadap hubungan antar generasi yang kurang harmonis, serta perhatian lebih besar terhadap masalah remaja.

Rekomendasi tersebut tampaknya cukup beralasan bila kita cermati realitas kondisi sosial masyarakat. Di Jakarta misalnya, tawuran pelajar belum juga mereda. Penggunaan NAZA bahkan sudah merambah pedesaan, juga fakta pelacuran ABG yang membuat kita semua terperangah. Angka pengidap HIV dipercaya berkisar ratusan ribu orang sampai tahun 2010 nanti, dan akhirnya hati kita semakin terpilin perih oleh kenyataan merebaknya anak jalanan akhir-akhir ini.

Penelaahan kita pada berbagai fakta di atas membawa kita pada perkiraan “something wrong is going on“. Kita dihadapkan pada kenyataan kegelisahan sosial yang semakin bergolak. Kita melihat wajah-wajah hampa tak tentu tujuan, kita pun bisa merasakan ada hati-hati yang sepah, senyap, dan begitu asing dari kehangatan. Kita tahu itu semua. Hanya kemudian, kita belum memutuskan, apakah kita akan sungguh sungguh hadir dan menghadirkan realitas itu dalam ruang kepedulian kita?

Berbagai ekspresi ketidakseimbangan sosial yang kita lihat menggambarkan kebutuhan yang sangat mendesak terhadap situasi yang lebih kondusif sesuai fitrah manusia. Situasi yang membuat semua orang menjadi berdaya dan mampu menghadapi berbagai terpaan sosial. Situasi yang sedemikian itu, keluargalah yang mampu memberikannya.

Keluarga sebagai basis inti masyarakat, adalah wahana yang paling tepat untuk memberdayakan manusia dan ‘mencekal’ berbagai bentuk frustasi sosial, ini adalah hal yang aksiomatis dan universal. Masyarakat Eropa misalnya, saat ini para sosiolog mereka merasa gelisah karena prediksi kepunahan bangsa. Betapa tidak, tatanan, sakralitas dan antusiasme terhadap keluarga sudah tipis sekali di kalangan muda mereka. Ini tentu saja berdampak buruk terhadap angka pertumbuhan penduduk. Hingga iming-iming berbagai hadiah dan fasilitas dari pemerintah bagi ibu yang melahirkan dan keluarganya, tidak membuat mereka bergeming. Berbagai penyakit sosial pun muncul. Mulai dari angka bunuh diri yang tinggi hingga anomali kemanusiaan yang lain.

Ini adalah saat yang tepat untuk memberi perhatian yang lebih besar terhadap keluarga, khususnya dalam skala nasional. Berbagai pelajaran di atas menyuarakan hal ini. Dan ini adalah tugas kita bersama.

I. Arti Pernikahan dalam Islam

Dalam menganjurkan ummatnya untuk melakukan pernikahan, Islam tidak semata-mata beranggapan bahwa pernikahan merupakan sarana yang sah dalam pembentukan keluarga, bahwa pernikahan bukanlah semata sarana terhormat untuk mendapatkan anak yang sholeh, bukan semata cara untuk mengekang penglihatan, memelihara fajar atau hendak menyalurkan biologis, atau semata menyalurkan naluri saja. Sekali lagi bukan alasan tersebut di atas. Akan tetapi lebih dari itu Islam memandang bahwa pernikahan sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemayarakatan berdasarkan Islam yang akan mempunyai pengaruh mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi ummat Islam.

II. Fungsi Keluarga dalam Islam

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, perlu diberdayakan fungsinya agar dapat mensejahterakan ummat secara keseluruhan. Dalam Islam fungsi keluarga meliputi :

A. Penerus Misi Ummat Islam

Dalam sejarah dapat kita lihat, bagaimana Islam sanggup berdiri tegap dan tegar dalam menghadapi berbagai ancaman dan bahaya, bahkan Islam dapat menyapu bersih kekuatan musryik dan sesat yang ada, terlebih kekuatan Romawi dan Persia yang pada waktu itu merupakan Negara adikuasa di dunia.
Menurut riwayat Abu Zar’ah Arrozi bahwa jumlah kaum muslimin ketika Rasulullah Saw wafat sebanyak 120.000 orang pria dan wanita [1]. Para sahabat sebanyak itu kemudian berguguran dalam berbagai peperangan, ada yang syahid dalam perang jamal atau perang Shiffin. Namun sebagian besar dari para syuhada itu telah meninggalkan keturunan yang berkah sehingga muncullah berpuluh “singa” yang semuanya serupa dengan sang ayah dalam hal kepahlawanan dan keimanan. Kaum muslimin yang jujur tersebut telah menyambut pengarahan Nabi-nya: “Nikah-lah kalian, sesungguhnya aku bangga dengan jumlah kalian dari ummat lainnya, dan janganlah kalian berfaham seperti rahib nashrani” [2].

Demikianlah, berlomba-lomba untuk mendapatkan keturunan yang bermutu merupakan faktor penting yang telah memelihara keberadaan ummat Islam yang sedikit. Pada waktu itu menjadi pendukung Islam dalam mempertahankan kehidupannya.

B. Perlindungan Terhadap Akhlaq

Islam memandang pembentukan keluarga sebagai sarana efektif memelihara pemuda dari kerusakan dan melidungi masyarakat dari kekacauan. Karena itulah bagi pemuda yang mampu dianjurkan untuk menyambut seruan Rosul.

“Wahai pemuda! Siapa di antara kalian berkemampuan maka menikahlah. Karena nikah lebih melindungi mata dan farji, dan barang siapa yang tidak mampu maka hendaklah shoum, karena shoum itu baginya adalah penenang” ( HR.AL-Khosah dari Abdullah bin Mas’ud ).

C. Wahana Pembentukan Generasi Islam

Pembentukan generasi yang handal, utamanya dilakukan oleh keluarga, karena keluargalah sekolah kepribadian pertama dan utama bagi seorang anak. Penyair kondang Hafidz Ibrohim mengatakan: “Ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya. Bila engaku mendidiknya berarti engkau telah menyiapkan bangsa yang baik perangainya“. Ibu sangat berperan dalam pendidikan keluarga, sementara ayah mempunyai tugas yang penting yaitu menyediakan sarana bagi berlangsungnya pendidikan tersebut. Keluarga-lah yang menerapkan sunnah Rosul sejak bangun tidur, sampai akan tidur lagi, sehingga bimbingan keluarga dalam melahirkan generasi Islam yang berkualitas sangat dominan.

D. Memelihara Status Sosial dan Ekonomi

Dalam pembentukan keluarga, Islam mempunyai tujuan untuk mewujudkan ikatan dan persatuan. Dengan adanya ikatan keturunan maka diharapkan akan mempererat tali persaudaraan anggota masyarakat dan antar bangsa.

Islam memperbolehkan pernikahan antar bangsa Arab dan Ajam (non Arab), antara kulit hitam dan kulit putih, antara orang Timur dan orang Barat. Berdasarkan fakta ini menunjukkan bahwa Islam sudah mendahului semua “sistem Demokrasi ” dalam mewujudkan persatuan Ummat manusia. Bernard Shaw mengatakan:

“Islam adalah agama kebebasan bukan agama perbudakan, ia telah merintis dan mengupayakan terbentuknya persaudaraan Islam sejak Seribu Tiga Ratus Lima Puluh tahun yang lalu, suatu prinsip yang tidak pernah dikenal oleh bangsa Romawi, tidak pernah ditemukan oleh bangsa Eropa dan bahkan Amerika Modern sekalipun “.

Selanjutnya mengatakan:

“Apabila Anda bertanya kepada seorang Arab atau India atau Persia atau Afganistan, siapa anda? Mereka akan menjawab “Saya Muslim (orang Islam)”. Akan tetapi apabila anda bertanya pada orang Barat maka ia akan menjawab “Saya orang Inggris, saya orang Itali, saya orang Perancis”. Orang Barat telah melepaskan ikatan agama, dan mereka berpegang teguh pada ikatan darah dan tanah air” [3].

Untuk menjamin hubungan persudaraan yang akrab antara anak-anak satu agama, maka Islam menganjurkan dilangsungkannya pernikahan dengan orang-orang asing (jauh), karena dengan tujuan ini akan terwujud apa-apa yang tidak pernah direalisasikan melalui pernikahan keluarga dekat.

Selain fungsi sosial, fungsi ekonomi dalam berkeluarga juga akan nampak. Mari kita simak hadist Rosul “Nikahilah wanita, karena ia akan mendatangkan Maal” (HR. Abu Dawud, dari Urwah RA). Maksud dari hadist tersebut adalah bahwa perkawinan merupakan sarana untuk mendapatkan keberkahan, karena apabila kita bandingkan antara kehidupan bujangan dengan yang telah berkeluarga, maka akan kita dapatkan bahwa yang telah berkeluarga lebih hemat dan ekonomis dibandingkan dengan yang bujangan. Selain itu orang yang telah berkeluarga lebih giat dalam mencari nafkah karena perasaan bertanggung jawab pada keluarga daripada para bujangan.

E. Menjaga Kesehatan

Ditinjau dari segi kesehatan, pernikahan berguna untuk memelihara para pemuda dari kebiasaan onani yang banyak menguras tenaga, dan juga dapat mencegah timbulnya penyakit kelamin.

F. Memantapkan Spiritual (Ruhiyyah)

Pernikahan berfungsi sebagai pelengkap, karena ia setengah dari keimanan dan pelapang jalan menuju sabilillah, hati menjadi bersih dari berbagai kecendrungan dan jiwa menjadi terlindung dari berbagai waswas.

III. Menegakkan Keluarga Sakinah sebagai Salah SAtu Fungsi Keluarga

Selain fungsi keluarga tersebut di atas, fungsi kesakinahan merupakan kebutuhan setiap manusia. Karena keluarga sakinah yang berarti: keluarga yang terbentuk dari pasangan suami istri yang diawali dengan memilih pasangan yang baik, kemudian menerapkan nilai-nilai Islam dalam melakukan hak dan kewajiban rumah tangga serta mendidik anak dalam suasana mawaddah warahmah. Sebagaimana dianjurkan Allah dalam surat Ar-Rum ayat 21 yang artinya:

“Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya ia ciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenang kepadanya dan dijadikannya diantaramu rasa cinta dan kasih saying. Sesungguhnya dalam hal ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS. Ar-Ruum:21)

Faktor-Faktor Pembentukan Keluarga Sakinah

A. Faktor Utama:

Untuk membentuk keluarga sakinah, dimulai dari pranikah, pernikahan, dan berkeluarga. Dalam berkeluarga ada beberapa hal yang perlu difahami, antara lain :

1. Memahami hak suami terhadap istri dan kewajiban istri terhadap suami

a. Menjadikannya sebagai Qowwam (yang bertanggung jawab)

Suami merupakan pemimpin yang Allah pilihkan
Suami wajib ditaati dan dipatuhi dalam setiap keadaan kecuali yang bertentangan dengan syariat Islam.

b. Menjaga kehormatan diri

Menjaga akhlak dalam pergaulan
Menjaga izzah suami dalam segala hal
Tidak memasukkan orang lain ke dalam rumah tanpa seizin suami

c. Berkhidmat kepada suami

Menyiapkan dan melayani kebutuhan lahir batin suami
Menyiapkan keberangkatan
Mengantarkan kepergian
Suara istri tidak melebihi suara suami
Istri menghargai dan berterima kasih terhadap perlakuan dan pemberian suami

2. Memahami hak istri terhadap suami dan kewajiban suami terhadap istri

a. Istri berhak mendapat mahar

b. Mendapat perhatian dan pemenuhan kebutuhan lahir batin

Mendapat nafkah: sandang, pangan, papan
Mendapat pengajaran Diinul Islam
Suami memberikan waktu untuk memberikan pelajaran
Memberi izin atau menyempatkan istrinya untuk belajar kepada seseorang atau lembaga dan mengikuti perkembangan istrinya
Suami memberi sarana untuk belajar
Suami mengajak istri untuk menghadiri majlis ta’lim, seminar atau ceramah agama

c. Mendapat perlakuan baik, lembut dan penuh kasih saying

Berbicara dan memperlakukan istri dengan penuh kelembutan lebih-lebih ketika haid, hamil dan paska lahir
Sekali-kali bercanda tanpa berlebihan
Mendapat kabar perkiraan waktu kepulangan
Memperhatikan adab kembali ke rumah

B. Faktor Penunjang

1. Realistis dalam kehidupan berkeluarga

Realistis dalam memilih pasangan
Realistis dalam menuntut mahar dan pelaksanaan walimahan
Realistis dan ridho dengan karakter pasangan
Realistis dalam pemenuhan hak dan kewajiban

2. Realistis dalam pendidikan anak

Penanganan Tarbiyatul Awlad (pendidikan anak) memerlukan satu kata antara ayah dan ibu, sehingga tidak menimbulkan kebingungan pada anak. Dalam memberikan ridho’ah (menyusui) dan hadhonah (pengasuhan) hendaklah diperhatikan muatan:

Tarbiyyah Ruhiyyah (pendidikan mental)
Tarbiyah Aqliyyah (pendidikan intelektual)
Tarbiyah Jasadiyyah (pendidikan Jasmani)

3. Mengenal kondisi nafsiyyah suami istri

4. Menjaga kebersihan dan kerapihan rumah

5. Membina hubungan baik dengan orang-orang terdekat

a. Keluarga besar suami / istri
b. Tetangga
c. Tamu
d. Kerabat dan teman dekat

6. Memiliki ketrampilan rumah tangga

7. Memiliki kesadaran kesehatan keluarga

C. Faktor Pemeliharaan

1. Meningkatkan kebersamaan dalam berbagai aktifitas

2. Menghidupkan suasana komunikatif dan dialogis

3. Menghidupkan hal-hal yang dapat merusak kemesraan keluarga baik dalam sikap, penampilan maupun prilaku

Demikianlah sekelumit tentang pernikahan dan pembentukan keluarga sakinah. Semoga Allah memberi kekuatan, kesabaran dan keberkahan kepada kita dalam membentuk keluarga sakinah yang mawaddah wa rahmah sehingga terealisir izzatul islam walmuslimin. Amin. []



Catatan Kaki:

[1] Albidayah Wan Nihayah, oleh Ibnu Katsir 5:356, Al Ishobah fi Tamyizis Shohabah, Ibu Hajar 1:3

[2] Al Jami’ Ash-shogir, oleh As-suyuthi, HR. Baihaqi dari hadits Abi Amanah RA

[3] Majalah Al-Wa’yu, Jum 1969, Hal 6

Daftar Pustaka:

Al-qur’an Terjemahan
Al-Iroqi, Butsaiman As-sayyid. Rahasia Pernikahan yang bahagia, Cetakan I.Pustaka Azzam, Jakarta, Oktober 1997
Isa, Abdul Ghalib Ahmad. Pernikahan Islam, cetakan I, Pustaka Manthiq, Solo April 1997
Yusuf, Husein Muhammad. Keluarga Muslim dan Tantangannya, Cetakan 9, Gema Insani Press, Mei 1994
Hamid, Muhammad abdul Halim, Bagaimana membahagiakan Istri, Cetakan 2 Citra Islami Press, September 1993
Hawwa, Said, Panduan Membina Rumah Tangga Islami
Qardawi, prof. Dr. Yusuf, Ruang Lingkup Aktifitas wanita Muslimah, Pustaka Al-kautsar, Cetakan II, Juli 1996

sumber: http://www.dakwatuna.com/2008/08/903/pernikahan-sebagai-landasan-menuju-keluarga-sakinah/

Senin, 25 April 2011

Islamedia - Media Informasi Islami: Ketua Salimah : Muslimah Berjilab Meningkat

Link

Saatnya Untuk Bekerja

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalamu'alaikum Wr Wb,

Ikrar telah diucapkan, Allah dan seluruh alam semesta menjadi saksi, kini mampukah diri menunaikannya?

Ikrar telah dilisankan, adakah hati turut meyakininya? Sudahkah raga melaksanakan amal-amalnya?

Bukankah iman adalah ketika hati, lisan, dan raga selaras...

Maka kini saatnya membuktikan dengan amal, dengan kerja, dengan gerak...

Kerja itu adalah rahmat, maka bekerjalah dengan keikhlasan
Kerja itu adalah amanah, maka bekerjalah dengan penuh tanggung jawab
Kerja itu adalah aktualisasi diri, maka bekerjalah dengan semangat
Kerja itu adalah ibadah, maka sertakanlah rasa kecintaan pada kerja-kerja kita
Kerja itu adalah seni, maka bekerjalah dengan kreatif dan inovatif
Kerja itu adalah kehormatan, maka bekerjalah dengan integritas
Kerja itu adalah pelayanan, maka bekerjalah dengan rendah hati

Kini saatnya bekerja, saudaraku...

Buktikan dengan kerja, buktikan dengan amal, buktikan dengan pelayanan...

Berikan manfaat sebanyak-banyaknya, bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya?

Luruskan kembali niat, ikhlaskah seluruh amal hanya tuk meraih ridho Allah, akhiratlah orientasi kita, jangan silau dengan dunia yang hanya sekejap..... akhiratlah tempat yang abadi, ke sana kita kan kembali....

Bekerjalah tanpa peduli pujian dan cacian orang, bekerjalah ikhlas hanya karena Allah, cukuplah Allah menjadi penolong....

Amanah ini memang berat, sangat berat...

Tapi, beban seberat apapun akan ringan ketika kita menghadirkan keikhlasan di dalamnya, ketika kita menyertakan kelapangan dada di dalamnya, ketika kita selalu memupuk semangat jiddiyah dalam kerja-kerja kita...

Kini saatnya untuk bekerja
Kini saatnya kita buktikan dengan amal
Kini saatnya tubuh kita berlelah-lelah, saat pikiran kita kuras, saatnya melapangkan hati sampai luasnya tak terhingga untuk kemaslahatan umat, untuk kemajuan dakwah Islam.

Bekerja untuk Kota Bogor, bekerja untuk Indonesia, bekerja karena Allah, untuk dan hanya untuk meraih ridho Allah semata...

- MARI BEKERJA, tunaikan amanah-amanah kita -


Selasa, 05 April 2011

Subhanallah...

KulTwit@dokterarif: Subhanallah....

1) Rata2 jantung berdenyut lebih 2,5 milyar x & memompa lebih 200 juta ltr darah seumur hidup.

2) Isi paru2 sekitar 5 liter saja tapi luas alveoli hingga 100-160 m2 atau 1 lapangan tenis!

3) Orang dewasa miliki lebih 50 trilyun sel. 3 milyar mati TIAP MENIT diganti dg yg baru.

4) Indera penciuman kita bisa bedakan 2000-4000 jenis bau yg berbeda. Teknologi di ITS baru sampai 16 jenis bau.

5) Keliling bumi 40.075,16 km... sistem pembulu darah manusia 150.000 km atau 4 x keliling bumi !

6) Kita mengeluarkan 1 liter air liur/day. Selagi msh bs menelan air ludah (bkn menjilat), mesti bersyukur.

7) Tdk spt anjing, apa yg kita cium, cepat hilang dr memori. Kita tetap bs makan lahap setelah keluar dari toilet.

8) Pendengaran kita tdk sebagus anjing, kita tdk harus berkali2 bangun dari tidur tiap ada orang yg lewat.

9) Jantung kita hanya perlu daya 1,3 watt ! 10 % lebih hemat dr mesin mekanik dg tugas sama (13 watt).

10) Otak kita perlu daya 20 watt saja. jauh lebih efisien dari komputer. Tdk perlu fan cooler, cukup es degan :)

11) Indera penciuman ada dekat dg indera pengecap di lidah u bangkitkan selera makan. Bgmn kalo letaknya di kaki?

12) Rambut kepala tumbuh 0,35 mm/day. Jk kt punya 100.000 rambut dlm sehari 35 mtr = 639 km seumur hidup.

13) Udara dari hidung saat bersin sekitar 100 mph ~ badai Laurence di Australia. Brp besar hidung buat bikin badai?

14) Tiap 120 hari kt punya sel darah merah baru, kl usia 50 th maka telah berganti 120 kali!

15) Tdk hanya ular yg ganti kulit, kita berganti kulit terluar tiap 4 minggu. Atau 600 kali saat usia 50 th!

16) Dosis mematikan sianida 50mg ~ 2,5kg singkong segar MANIS ~ 50gr singkong PAHIT, *rasa pahit melindungi kita*

17) Sehelai rambut bisa menahan beban 100 gr. Normal kt punya 100 rb helai, menahan 10 ton = 10 buah Avanza!

18) Jml sel tubuh 10 trilyun, bakteri yg ada di tubuh kita 100 trilyun, manusia masih mau sombong?


*)sumber: http://twitter.com/dokterarif


Manusia diciptakan dengan bentuk fisik yang sangat baik (QS.95:4), dengan rupa yang seindah-indahnya (QS.64:3) dan dilengkapi dengan organ yang istimewa seperti pancaindra dan hati (QS.16:78), agar manusia bersyukur kepada Allah yang telah memberi banyak keindahan dan kesempurnaan.

Manusia pun diberi kemampuan berfikir untuk memahami alam semesta (QS.13:3) dan dirinya sendiri (QS.30:20-21) sebagai ciptaan Allah untuk kemudian meningkatkan keimanannya kepada Allah SWT.

Manusia mempunyai akal untuk memahami tanda-tanda keagungan Allah, Kalbu untuk mendapatkan cahaya yang tertinggi (QS.89:27-30) dan ruh yang kepadanya Allah SWT mengambil kesaksian manusia mengenai keesaan Ilahi (QS.7:72-74).


Manusia diciptakan Allah sebagai khalifah dibumi (QS.2:30), dan diciptakan Allah bukan untuk main-main (QS.23:115), melainkan untuk mengembangkan amanah (QS.33:72) dan untuk beribadah kepadaNya (QS.51:56) serta selalu menegakkan kebajikan sekaligus menghilangkan keburukan (QS.3:110) dengan segala tanggung jawab (QS.75:36).


QS 22: 5. Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.



Jika kau tahu bahwa hal itu salah, tegaskanlah! karena setan itu menyukai keragu-raguan... Istiqomahlah di jalan kebenaran dan jangan ragu untuk melangkah.... putuskanlah!

Senin, 28 Maret 2011

[WASIAT] Jadilah Para Pelaku Amal BUKAN Sekedar Pandai Berdebat !!!

Sesungguhnya di balik setiap kata itu terdapat berbagai macam makna.

Wahai ikhwah!

Kalian bukanlah perkumpulan sosial, bukan partai politik, dan bukan pula sebuah organisasi temporer yang berorientasi untuk meraih tujuan-tujuan pragmatis tertentu.

Namun, kalian adalah ruh baru yang mengalir di hati umat ini, maka ia pun akan  menghidupkannya dengan Al-Qur'an. 

Kalian adalah cahaya baru yang tengah merekah. Cahaya itulah yang menyingkap tabir kegelapan materialisme dan menggantikannya dengan ma'rifatullah

Kalian adalah suara yang melengking tinggi dan senantiasa menyenandungkan dakwah Rasulullah saw. Tidaklah berlebihan jika kalian merasa bahwa kalian telah mengemban amanat dakwah ini di saat semua orang tidak sudi melakukannya.

Jika dikatakan kepada kalian, "Ke mana kalian mengajak?"
Katakanlah, "Kami mengajak kepada Islam yang diturunkan kepada Muhammad saw. Pemerintahan adalah bagian darinya dan kemerdekaan adalah salah satu (kewajiban) di antara sekian banyak kewajibannya."

Jika dikatakan bahwa pernyataan ini berbau politik,
maka katakanlah,
"Itulah Islam, dan kami tidak mengenal pemilahan-pemilahan yang parsial seperti itu."

Jika   dikatakan   kepada   kalian,   "Kalian   adalah   para   da'i   (penyeru)   yang revolusioner"
maka   katakanlah,  
"Kami adalah para da'i (penyeru) kebenaran dan kedamaian. Kami yakin dengan kebenaran itu dan bangga dengan segala atributnya.Jika kamu menyatakan perlawanan kepada kami dan menghalangi jalan kami, maka sungguh Allah  telah mengizinkan kami  untuk membela diri.  Dan kamulah sesungguhnya para pemberontak yang  lalai."

Jika dikatakan,  "Kalian minta perlindungan para tokoh dan lembaga,"
maka katakanlah,
"Kami beriman kepada Allah saja dan mengkafiri apa saja yang  telah engkau persekutukan."

Dan  jika mereka kembali  dengan permusuhannya,
maka katakanlah,
"Kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil,"
(AI-Qashash: 55)

Wahai Ikhwah!

Berimanlah  kepada  Allah, milikilah  'izzah (kewibawaan) dengan ma'rifah  kepada-Nya,  dan bersandarlah kalian hanya kepada-Nya. Jangan  takut  kepada  selain Dia, laksanakan apa-apa yang diperintahkan-Nya, dan jauhilah larangan-larangan-Nya. Berakhlaklah dengan segala keutamaan dan berpegang teguhlah dengan kebenaran.   Jadilah   kalian   orang-orang   yang   kuat   dengan   akhlak,   orang-orang   yang punya  'izzah  dengan   apa   yang   telah   dianugerahkan  Allah   kepada   kalian   berupa keimanan orang-orang mukmin, dan kemuliaan orang-orang yang taqwa lagi shalih.

Terimalah Al-Qur'an dengan ketekunan mempelajarinya,  dan sambutlah  sirah Rasulullah yang suci dengan selalu mengingatnya. Jadilah kalian para pelaku amal dan bukan orang-orang yang hanya pintar berdebat. Sungguh, jika Allah memberi hidayah kepada   suatu   kaum,   tentu  Dia   akan  mengilhamkan   kepada  mereka   untuk   beramal (merealisasikannya). Tidaklah tersesat suatu kaum setelah datangnya petunjuk, kecuali  mereka yang suka berdebat.

Hendaklah kalian saling mencintai satu sama lain. Jagalah selalu persatuan dan kesatuan, karena   ia  merupakan   rahasia   kekuatan   dan   penentu   keberhasilan kalian. Teguhlah  dalam prinsip, sampai  Allah  membukakan  al-haq  di   antara  kalian dan  di tengah kalian. Dia-lah sebaik-baik pembuka.

Dengar  dan  taatilah  qiyadah  (pemimpin)  dalam kondisi  sulit  maupun mudah, dalam  keadaan   giat   ataupun  malas.   Itulah   syi'ar   dari   fikrah   kalian   dan mata   rantai hubungan di antara kalian.

Setelah  itu,   tunggulah pertolongan dan dukungan Allah.  Tidak diragukan  lagi, peluang itu pasti datang.

"Dan di hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa saja yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang," (Ar-Ruum: 4- 5)

Semoga Allah berkenan memberikan taufiq kepada kita atas  apa yang dicintai dan   diridhai-Nya,  membimbing   kita   untuk  meniti   jalan  mereka   yang   terpilih   dan mendapatkan petunjuk, menghidupkan kita dengan kehidupan orang-orang yang punya 'izzah dan sejahtera, serta mematikan kita dengan kematian para mujahid dan syuhada. Sesungguhnya, Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

_Hasan Al-Banna_MR_Antara Kemarin dan Hari Ini_